Diana Putri, Kembali Harumkan Indonesia Di Kelas Dunia

Emmapass.com – Salah satu perancang busana yang berasal dari Surabaya yakni Diana Putri akan kembali membawa nama baik Indonesia di luar negeri. Diana Putri menjadi satu-satunya desainer yang berasal dari indonesia yang diundang dalam acara perhelatan mode di Los Angeles Fashion Week, Spring/Summer 2018.

Untuk kesempatan kali ini, desainer muda asal Surabaya ini akan mengusung tema Srikandi pada beberapa busana rancangannya yang nantinya akan dipamerkan pada acara Los Angeles Fashion Week, Spring/Summer 2018. “Saya memang selalu membawa tema-tema Indonesia saat pertunjukkan di dunia Internasional untuk menunjukkan ciri khas dan identitas saya,” ujar Diana di sela-sela photoshoot di Hotel Bumi, Surabaya, Senin (25/9/2017).

Sebanyak 20 gaun yang bertemakan Srikandi tersebut akan Diana pertontonkan pada acara yang berlangsung di Beverly Hilton pada 5-8 Oktober 2017.

“Saya terinspirasi dari tokoh wayang Srikandi ini karena ia adalah sosok wanita yang tidak hanya cantik dari luar, tapi juga punya karisma. Ini menginspirasi wanita modern untuk memiliki karisma, memiliki kekuatan yg dibalut dengan kecantikan,” ujarnya. Dalam LA Fashion week kali ini, Diana juga berkolaborasi dengan Le Ciel Design, brand aksesori berbasis di Jakarta dan Surabaya.

“Kami menyiapkan aksesori yang identik dengan Srikandi seperti panah, burung, kuda, rumah wayang,” ujar Yuling Hoo, Desainer dan Creative Director dari brand Le Ciel Design.

Menurut Diana, tantangan yang ia hadapi kali ini adalah masalah waktu dan proses pengolahan. Dalam waktu tiga minggu, ia harus mempersiapkan 20 baju dengan tingkat kesulitan tinggi. “Bahan-bahannya diolah dari bahan mentah, jadi gaun yang bisa diapresiasi,” jelas Diana.

Diana menjelaskan, karya couture yang ditampilkan harus benar-benar memenuhi standart internasional agar bisa diterima oleh para penikmat mode yang akan hadir di LA Fashion Week nanti.

“Mulai dari cutting, pattern, jahitan, semuanya harus bagus, rapi. Orang disana nggak butuh yang aneh-aneh, simple saja dan harus sentuhan yang detail dengan tingkat kesulitan tinggi,” ujarnya. Untuk itu, Diana menggunakan bahan seperti leather, velvet, dan bodystocking tule.

“Teknik-teknik yang digunakan juga memiliki tingkat kesulitan tinggi, seperti laser cut, embroidery, hand encrusting, dan airbrush,” ujar ibu tiga anak ini. Sementara itu, Yuling juga mengakui tingkat kesulitan dari aksesoris pendukung.

“Saya berusaha menjadikan aksesoris ini agar menjadi satu kesatuan dengan baju. Bahan-bahan yang digunakan berasal dari logam berwarna hitam, putih dan kuning untuk menunjukkan sisi tegas dan kuatnya, juga ada sintetik diamond untuk menonjolkan kecantikannya,” jelas Yuling.

Diana dan Yuling berharap, koleksi mereka dapat mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. “Ya paling gak sama seperti tahun lalu, dapat penghargaan top one dari top three,” pungkas Diana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *