Warna Baju Yang Tepat Ketika wawancara

Emmapass.com – Sukses dalam mencari pekerjaan dan bisa diterima oleh perusahaan impian kita menjadi tujuan pokok setiap orang yang mencari pekerjaan. Nah hal yang paling penting dalam mencari pekerjaan ketika pertama kali yang wajib untuk diperhatikan yakni penampilan kita.

Kesan pertama orang melihat kita merupakan pin penting dalam kesuksesan nasib kita diterima atau tidaknya dalam perusahaan tersebut. Karena kita perlu banget memberikan kesan pertama yang baik, salah satunya yah dengan cara berpenampilan sepantas mungkin.

Dalam memilih warna baju menjadi penentu untuk kesan pertama dalam proses wawancara kerja. Alasannya yakni warna bisa memberikan efek psikologis yang kuat bagi siapapun yang memakai dan melihatnya. Warna-warna yang terlalu mencolok biasanya justru memberikan kesan negatif bagi si pewawancara. Karena itu sebaiknya dihindari oleh para pencari kerja.

Berikut ini warna-warna yang sebaiknya dihindari saat menghadiri wawancara kerja menurut career coach & psikolog Janet Scarborough Civitelli kepada CheatSheet.

1. Cokelat

Cokelat mungkin tampak seperti warna yang aman, karena memberikan kesan hangat dan bisa diandalkan. Namun busana dengan pilihan warna ini bisa menjadi bumerang bagi pencari kerja yang sedang melamar di perusahaan yang sifatnya dinamis. Perusahaan yang bertumbuh dengan cepat membutuhkan karyawan yang mudah beradaptasi dengan perubahan. Menjalani sesi wawancara dengan pakaian cokelat tidak akan memberikan kesan yang tepat jika perusahaan semacam ini yang sedang diincar.

2. Merah

Warna merah bisa memberikan kesan yang kuat pada pandangan pertama. Silakan memakai warna ini kalau kamu memerlukan suntikan percaya diri pada saat wawancara. Tetapi umumnya warna ini tidak disukai oleh para pewawancara karena terlalu provokatif. Warna merah dianggap jauh dari kesan positif karena tidak membuat pemakainya terlihat kooperatif dan bisa diandalkan.

“Manajer HRD cenderung menyukai atau membenci merah, jadi pilihlah merah jika Anda merasa nyaman dengan risiko,” kata Civitelli.

3. Oranye

Menurut Ben Parr, penulis buku Captivology: The Science of Capturing People’s Attention memiliki korelasi terendah dengan percaya diri. Rasa kurang percaya diri adalah hal terakhir yang ingin ditunjukkan kepada pewawancara.

Selanjutnya, dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Harris Interactive untuk CareerBuilder, 25 persen pengusaha mengatakan oranye adalah warna terburuk yang bisa dikenakan seorang kandidat karena membuat mereka tampak kurang profesional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *