Desainer Asal Indonesia Menang Dalam Kategori WOW Di New Zealand

Emmapass.com – Ide kreasi dari anak Indonesia tak henti-hentinya mengharumkan nama bangsa kita. Indonesia kembali dibuat bangga dengan para kreasi anak bangsa di kancah dunia. Pada kesempatan kali ini, Indonesia dibuat bangga dari Industri Mode.

Salah satu desainer yang berasal dari Indonesia berhasil meraih penghargaaan World of WearableArt (WOW) 2017 di New Zealand. Perancang aksesori couture tersebut yakni Rinaldy Yunardi. Hasil karyanya disandingkan dengan 122 desainer yang berasal dari 13 negara di seluruh dunia.

Beruntungnya, desainer aksesori couture asal Indonesia tersebut berhasil meraih penghargaan dari dua kategori di WOW. Padahal momen tersebut merupakan yang pertama kalinya bagi Rinaldy mengikuti perlombaan, apalagi untuk ajang bertaraf internasional seperti ini.

Setahun mendapat begitu banyak apresiasi dari dunia internasional, Rinaldy bercerita kepada Wolipop mengenai pencapaiannya selama ini. Menurut ia, awalnya tak pernah terpikirkan untuk mengikuti lomba, namun atas dukungan dari berbagai pihak Rinaldy pun mencoba untuk pertamakalinya.

“Selama 21 tahun berkarier baru ini kelai pertama ikut ajang lomba biasanya aku selalu nolak. Awalnya aku diundang dan yang melanjutkan pembahasannya brand managementku di Hong Kong, The Clique. Tapi dikarenakan ini ajang internasional bergengsi dan The Clique juga banyak memberi dukungan semangat, itu alasan yang membuatku yakin ikut,” ungkap Rinaldy Yunardi.

Sekitar enam bulan lalu, Rinaldy lantas mengirimkan dua karyanya ke ajang tersebut. Dua karya yang diciptakan khusus untuk mengikuti World of WearableArt itu ia buat sejak tahun lalu, sementara acara final baru dihelat pada 22 September 2017 kemarin.

Dua karyanya tersebut ia beri judul Encapsulate dan Cosmos. Kostum bertema Encapsulate ini berbentuk seperti kapsul yang terbagi jadi dua bagian. Bahannya dibuat dari tali plastik dan LED. Kostum inilah yang lalu menjadi pemenang dalam kategori ‘Open Section’. Lainnya adalah Cosmos, kostum hitam-emas yang menutupi seluruh bagian tubuh. Semakin megah dengan tambahan headpiece yang dibuat dari mesh kristal, tali plastik, dan metal. Cosmos juga berhasil meraih juara pertama untuk kategori ‘Avant-garde.’

Meraih langsung dua kategori hingga juara umum di ajang lomba pertamanya, membuat desainer yang akrab disapa Yung Yung itu kehabisan kata-kata. Dia tidak pernah mengira bisa menang, apalagi menang lebih dari satu kategori.

“Kemarin setelah tahu, seingatku cuma mulut ucap syukur, terimakasih sama Tuhan. Hati terlalu happy sampai bingung, bingung jadi gagap,” ujarnya.

Atas karyanya Rinaldy meraih NZ$ 30.000 atau sekitar Rp 290 juta lebih, dan kesempatan internship di Weta Workshop, sebuah perusahaan special effect dan properti di Wellington, New Zealand.

Lantas, apa yang akan dilakukan Rinaldy dengan hadiahnya? Desainer yang juga merancang sepatu untuk Katy Perry di video klip Chained to the Rhytm ini mengaku belum memikirkannya. Baginya, nilai tiga awards itu tiada banding dalam kariernya, membuat ia lupa soal hadiah yang didapat.

“Pencapaian pasti ada yang lebih tinggi lagi. Tapi apa yang telah kucapai saat ini ya menurut aku sudah terbaik dan tertinggi,” pungkas desainer yang berniat menyelenggarakan show tunggal untuk menutup tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *