36 Desainer Akan Ramaikan SBF Di Mal Solo Paragon

Emmapass.com – Sudah tercatat sebanyak 39 perancang busana yang ada di seluruh Indonesia nantinya akan ikut meramaikan pergelaran pameran busana batik di Solo. Ada sekitar 300 lebih jumlah karya yang nantinya akan dipertontonkan dalam acara tersebut. Rencananya Gelaran Solo Batik Fashion (SBF) akan kembali dilaksanakan di hadapan publik pada 13-15 Oktober 2017. Acara tersebut kabarnya akan di helat di Mal Solo Paragon.

Dengan mengusung tema ‘Archipelago’ yang nantinya akan menampilkan berbagai kreasi batik yang tidak hanya berasal dari Solo saja. Namun, batik-batik yang merupakan kreasi dari luar daerah bahkan luar pulau juga akan ikut menghiasi SBF.

“Desainer kebanyakan dari Solo, tapi ada juga dari Jakarta, Yogyakarta, Semarang. Mereka menampilkan kain-kain Nusantara. Di setiap daerah kan ada kain tradisional. Terserah desainer pakai apa,” kata ketua pelaksana, Djongko Rahardjo di Mal Solo Paragon, Rabu (11/10/2017).

Menurutnya, SBF merupakan salah satu dari wujud sosialisasi batik dengan berbagai kreasinya kepada masyarakat. Selain itu, SBF menjadi wadah bagi para pengusaha batik mengembangkan bisnisnya.

“Biar masyarakat tahu bahwa batik itu bisa dibuat dengan berbagai gaya. Bagi pengusaha tentunya ini mendorong mereka agar membuat desain semenarik mungkin agar laku di pasaran,” ujarnya.

Memasuki tahun ke-9 ini, Djongko mengklaim SBF mampu membangkitkan gelora batik untuk mode. Namun memang busana keluaran para desainer, tidak selalu menjangkau ke seluruh segmen masyarakat.

“Banyak perajin yang (desainnya) kita ambil untuk presentasi, kenyataannya banyak yang laku. Kalau persoalannya di harga, masyarakat bisa kok beli kainnya, nanti desain disesuaikan budget,” ujarnya.

Adapun lokasi pementasan di dalam ruangan merupakan hal yang baru bagi SBF. Pemilihan mal sebagai lokasi penyelenggaraan disebabkan oleh faktor cuaca.

“Dua tahun terakhir acara kita terganggu dengan cuaca. Beberapa teman tidak maksimal mempresentasikan karyanya. Tahun ini kita pilih dalam ruangan, tapi masih di ruang publik,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *